Lawatan Literasi di Banyumas Seno Gumira Ajidarma Kunjungi Pameran Sastra Rupa Babad Banyumas

Sebagai kota yang terus tumbuh dalam hal kebudayaan dan literasinya, Banyumas seakan tak terputus dalam menyelenggarakan acara berbasis kebudayaan, seni dan literasi. Selalu ada acara yang tidak kenal jeda dan terus berlanjut. Bagaikan pelari estafet yang saling memberi dan menerima tongkat untuk melanjutkan pelarian.

Tanggal 22-26 Oktober 2025, berlangsung pameran Sastra Rupa Babad Banyumas di Hetero Space Purwokerto. Pameran ini melibatkan puluhan perupa Banyumas dan dibuka oleh Bupati Banyumas, Drs. Sadewo Tri Laksono, M.M pada Rabu 22 Oktober 2025. Pameran yang berlangsung selama 5 hari ini merupakan pameran alih wahana dari karya sastra menjadi karya seni rupa. Babad Banyumas yang merupakan literasi teks, disuguhkan dalam bentuk visual oleh Ikatan Pelukis Banyumas (IPB). Nasirun Purwokartun sebagai inisiator pameran ini menyampaikan bahwa pameran ini terinspirasi dari gelaran Pameran Sastra Rupa Babad Diponegoro di Yogyakarta tahun 2019 dan 2024.

Pada hari ketiga pameran, tepatnya hari Jum’at 24 Oktober 2025, sastrawan Seno Gumira Ajidarma dalam lawatannya ke Banyumas, malam itu singgah untuk berkunjung ke pameran tersebut. Awalnya, Seno menanyakan tentang Lukisan Sokaraja. Neo Amroni selaku tim BIL Fest yang mendampingi jadi teringat pameran yang diselenggarakan di gedung yang pernah jadi Bakorwil III Jawa Tengah tersebut.

Akhirnya rombongan menuju ke lokasi pameran. Meskipun sudah menjelang jam tutup kunjungan. Beruntung, salah satu pelukis yang karyanya terpajang, Sinung Rubianto masih berada di lokasi dan bisa menyambut rombongan Seno Gumira Ajidarma bersama istri serta tim BIL Fest. Seno tampak menikmati lukisan yang terpajang dengan didampingi oleh Rahmi Wijaya selaku founder BIL Fest, Nur Fadhilah Rizqi dan Fajrul Alam sebagai L.O. selama lawatan Seno di Banyumas.

Menurut salah satu panitia pameran yang turut mendampingi, Seno menyukai 3 lukisan yang terpajang, yaitu karya Cipto Pratomo, Darminto dan Totok Pocong. Selain itu, Seno berharap, selain ada deskripsi tentang karya, ada kurator atau asisten kurator yang bertindak sebagai pemandu penggunjung. Sehingga ada penghubung antara karya seni rupa dan penggunjungnya. Menurut beliau, Banyumas sebagai sebuah daerah yang kuat kebudayaan lokalnya dan tumbuh seni rupanya, jangan hanya menjadikan lukisan sebagai dekoratif saja. Melainkan sebagai media edukasi tentang kebudayaan lokalnya kepada penggunjung khususnya.

Setelah selesai menikmati karya pameran, Seno beserta rombongan melanjutkan perjalanan. Lawatan utamanya ke Banyumas adalah untuk mengisi peluncuran Novel Maetala di Pekan Literasi Masyarakat Banyumas dan dialog kebudayaan bertajuk Narasikata dalam rangkaian Fantastik Art Book and Culture di UIN Prof. K.H. Syaifuddin Zuhri. Sebuah festival literasi yang diselenggarakan oleh Dema FTIK Kabinet Cakrawala berkolaborasi dengan BIL Fest pada hari Sabtu 25 Oktober 2025.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Fikri Kuncen

Editor in Chief bilfest.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *