PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi memulai tahapan krusial dalam menentukan nakhoda barunya untuk periode 2026–2030. Tepat pada hari terakhir masa pendaftaran, yakni Rabu, 24 Desember 2025, empat tokoh akademisi telah menyerahkan dokumen persyaratan kepada panitia pemilihan.
Empat sosok yang akan bersaing memperebutkan kursi Rektor Unsoed tersebut adalah:
- Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
- Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., yang saat ini masih mengemban amanah sebagai Rektor Unsoed petahana.
- Dr. Adi Indrayanto, M.Sc., yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) Unsoed.
- Dr. Khavid Faozi, S.P., M.P., akademisi yang menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek), Prof. Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S., mengonfirmasi bahwa seluruh bakal kandidat menyerahkan berkas mereka secara bersamaan di hari penutupan. Ia menegaskan komitmen panitia untuk menyelenggarakan seluruh tahapan pemilihan secara transparan, akuntabel, dan profesional sesuai regulasi yang berlaku.
Setelah proses pendaftaran ini, panitia akan melanjutkan ke tahap seleksi administrasi pada 5–6 Januari 2026. Panitia akan melakukan verifikasi cermat terhadap kelengkapan serta kesesuaian dokumen yang telah diserahkan.
Hasil verifikasi tersebut dijadwalkan akan diumumkan secara resmi pada 7 Januari 2026. Nama-nama yang dinyatakan lolos syarat administrasi akan ditetapkan sebagai bakal calon yang berhak mengikuti tahapan pemilihan selanjutnya. Melalui proses ini, diharapkan lahir pimpinan yang visioner untuk membawa Unsoed semakin maju dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.




