Secarik Kertas Untuk Tahanan Politik Banyumas

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Surat ini untuk Ibnu Jafar, Roma Adi Saputra, dan Kusuma Andhika. Solidaritas dari sesama pelajar.

Mungkin kita belum pernah bertatap muka atau bertukar sapa. Tetapi, sejak kabar penangkapanmu, aku merasa begitu dekat denganmu. Kami tidak akan membiarkanmu berjuang sendiri; di luar masih banyak yang memedulikanmu.

Kalian tidak sepenuhnya salah. Percayalah kawan-kawan, keadilan akan hadir mendampingimu, karena tanpa keadilan, demokrasi kehilangan legitimasi. Saya tahu tindakan itu melanggar hukum, tetapi penjara bukan solusi. Masa muda adalah masa menuju masa depan yang panjang.

Surat ini ditulis dengan rasa kecewa. Ada ancaman bagi pelajar untuk berekspresi, dan kita tidak mau masa kelam terulang kembali. Kalian berhak kembali ke sekolah, bukan dikurung di sel tahanan. Tetaplah kuat, jaga kesehatanmu kawan. Salam dari sesama pelajar.

Semakin ditekan, semakin melawan!
Tetap berdiri bertahan, jaga api jangan padam!
Tetap tegak seperti di awal!

Sekian, terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dari kawanmu yang tak pernah berjumpa namun selalu seirama,
Ahmad Zaki

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Ahmad Zaki

Ahmad Zaki, lahir di Banyumas tahun 2008. Pemuda asal Tunjung, Jatilawang ini memiliki passion yang kuat di dunia literasi, khususnya menulis. Saat ini, ia aktif sebagai pelajar dan mendedikasikan dirinya dalam Organisasi Bacaan Siswa (BASIS) di MA Minat Kesugihan. Zaki dapat dihubungi melalui Instagram @Ahmad_zky.

One thought on “Secarik Kertas Untuk Tahanan Politik Banyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *