BREBES – Tim KKN 073 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan program inovasi teknologi pertanian berupa pembuatan dan penerapan Instore Dryer untuk pengeringan dan penyimpanan pasca panen bawang merah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026 ini berlokasi di Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Program ini bertujuan membantu petani mengatasi permasalahan kadar air yang tinggi serta risiko pembusukan akibat cuaca yang tidak menentu.
Mengatasi Kendala Pasca Panen
Petani bawang merah di Desa Jipang sering menghadapi kendala terutama saat musim hujan, seperti proses pengeringan yang memakan waktu lama, bawang yang mudah lembab dan membusuk, hingga penurunan kualitas dan harga jual. Melalui inovasi Instore Dryer, proses pengeringan kini dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam, dengan sistem yang lebih stabil dan merata.
Alat ini dirancang dengan rangka besi bertingkat yang dilapisi plastik UV untuk menjaga suhu ruangan, serta dilengkapi sistem penghantar panas menggunakan plat besi di bagian bawah. Desain bertingkat ini memungkinkan kapasitas penyimpanan yang lebih banyak dalam satu ruang, sementara penggunaan pondasi permanen memastikan alat tetap kokoh dan tahan lama. Berdasarkan uji coba, sistem ini terbukti mampu menjaga suhu terkontrol dalam waktu lama sehingga kondisi di dalam alat tidak terlalu lembab.
Sinergi dan Kolaborasi Tim KKN 073
Keberhasilan inovasi ini merupakan buah kerja keras kolektif dari seluruh anggota kelompok KKN 073 Desa Jipang yang terdiri dari dua belas mahasiswa. Tim ini dipimpin oleh Cheva Anandito Oktaviandanu bersama Nabila Zahra Muslimah, Ferdinan Budiaji Pradana, Dhiya Tsuroyo Cholid, dan Tiva Putri Irawan. Kolaborasi ini juga diperkuat oleh peran Damar Pinanti, Muhammad Ahsan Al Wahhab, Elsania Alfa Nitishara, Rifa Hisanah, Nazwa Cahya Salsabilla, Bintang Fadli Ardiansyah, serta Tri Hayati Kamilah.
Seluruh anggota tim bekerja sama mulai dari tahap perancangan desain yang sesuai kebutuhan petani hingga proses pembangunan fisik dan uji coba parameter teknis di lapangan. Dukungan penuh dari perangkat desa serta partisipasi aktif masyarakat setempat menjadi faktor kunci dalam kelancaran realisasi alat ini.
Harapan Keberlanjutan

Kehadiran Instore Dryer diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi kerugian pasca panen dan meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di Desa Jipang. Ke depan, alat ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dengan penambahan sistem kontrol suhu otomatis berbasis sensor digital serta pengaturan kelembaban udara yang lebih optimal. Program ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa KKN 073 UMP dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada sektor pertanian lokal.




