Mengenal Juan, Terra dan Tentang Peduli

Tokoh dalam novel ini bernama Juan, seorang anak pengidap autoimun. Penyakit yang mengakibatkan hidupnya tidak bisa bertahan lama. Membuatnya harus berkali-kali dirawat di rumah sakit dan jarang untuk sekadar masuk sekolah. Akibat dari itu, Juan sama sakali tidak mengingat nama teman-teman di kelasnya.

Suatu waktu, di hari pertama Juan masuk sekolah. Ia di pertemukan dengan seorang gadis aneh di kelasnya. Gadis itu menyebarkan undangan yang tak lazim. “Datang ke pemakamanku, hari Senin minggu depan, ya.” Mendengar itu Juan tak mampu berkata-kata, dengan perkataan yang di lontarkannya. Gadis yang ternyata teman sekelasnya bernama Terra.

Terra, hanya nama gadis itu yang bisa Juan ingat. Dari banyaknya teman-teman Juan di sekolah. Berasal dari alasan ketika Terra dirawat di rumah sakit yang sama dengan Juan. Tumbuh keinginan besar pada diri Juan untuk menjadikan Terra sebagai teman dekatnya. Seiring dengan usaha Juan, perlahan ia menyadari masalah pelik yang dirasakan Terra.

Kehadiran Juan menjadi sosok penyelamat bagi Terra. Membantu membuka hatinya yang sudah lama tertutup. Mencari sebuah alasan untuk meneruskan kehidupannya kembali. Tidak di sangka, dari ketakutan yang Terra alami. Juan yang periang juga memiliki ketakutan terbesar yang ia hadapi.

Kedekatan antara Juan dan Terra membuat mereka mengerti dan saling memahami  satu sama lain. Membuat rangkaian mimpi bersama untuk diwujudkan bersama-bersama kelak dimasa depan. Menggambarkan tentang persahabatan tak terlupakan. Novel ini mengingatkan untuk saling peduli dan membuka diri pada sesama. Terutama kepada yang dekat dengan diri kita, seperti teman dan keluarga.

Novel karya Latifa F. Ramdhani atau kerap di panggil dengan Tifa ini, menggambarkan bagaimana proses seseorang menerima kenyataan untuk hidup. Tidak selalu terpuruk dengan pikiran-pikiran negatif dan memberi kesempatan membuka hati pada orang-orang yang sebenarnya peduli di sekelilingnya.

Kisah yang disajikan dengan penuh emosional, berhasil membuat pembaca berkaca-kaca. Memberikan pesan moral tentang pentingnya untuk terus melanjutkan hidup ditengah-tengah kegagalan. Karena masih banyak di luar sana yang mempertaruhkan segalanya untuk terus hidup.

Identitas Buku
Judul : Datanglah ke Pemakamanku, Senin Depan
Penulis : Latifa F. Ramdhani
Penerbit : Omera Pustaka
Terbit : Juli 2025
Halaman : x + 295 halaman
ISBN : 978-623-141-343-7
Genre : Keluarga, Persahabatan
Penghargaan : Peraih Ahmad Tohari Awards 2025 oleh Banyumas International Literacy Festival

Pembelian Novel “Datanglah ke Pemakamanku, Senin Depan” di Omera Book Store, klik di sini.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Tsani Kurniawan

Tsani Kurniawan, lahir di Banyumas tahun 2008. Ia merupakan pelajar SMA MBS Zamzam Cilongok. Ia aktif sebagai anggota PC IPM Karanglewas serta terlibat dalam berbagai kegiatan literasi. Sejumlah karyanya telah dipublikasikan, di antaranya penulisan buku antologi fiksi mini bersama Duta Baca Indonesia Gol A Gong yang tercatat dalam Rekor MURI, penulisan resensi buku di Majalah Kuntum, serta kontribusi dalam buku antologi pada kegiatan Bimbingan Teknik Kepenulisan oleh Arpusda Banyumas. Ia dapat diikuti melalui akun Instagram @el.syamees.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *