Stasiun Purwokerto Operasikan Drop Zone Pintu Barat demi Mengurai Kemacetan

Guna mengatasi penumpukan penumpang selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto resmi membuka akses jemput-antar (drop zone) baru di Pintu Barat Stasiun Purwokerto, Jalan Saga Baru. Fasilitas ini mulai bisa digunakan oleh masyarakat sejak Jumat, 26 Desember 2025.

Langkah ini diambil karena sebelumnya aktivitas mobilitas penumpang hanya terfokus di Pintu Timur. Hal tersebut sering menyebabkan kemacetan kendaraan dan antrean panjang, terutama pada jam-jam sibuk selama periode libur panjang.

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa pembukaan Pintu Barat ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi pelanggan sejak mereka tiba di area stasiun. Dengan adanya dua titik akses, arus kendaraan akan terbagi sehingga tidak lagi menumpuk di satu lokasi saja.

Fasilitas di Pintu Barat kini menyediakan dua akses keluar-masuk yang lebih fleksibel. Selain itu, area tersebut juga sudah dilengkapi dengan kanopi untuk melindungi penumpang dari panas maupun hujan saat menunggu jemputan. Diharapkan, pengalihan sebagian arus ini juga dapat memperlancar lalu lintas di sekitar Jalan Kober dan area Pintu Timur.

Berdasarkan data KAI, terjadi lonjakan penumpang yang signifikan selama periode Nataru. Sejak 18 hingga 25 Desember 2025, rata-rata kedatangan penumpang mencapai 6.504 orang per hari, naik 49% dari hari biasanya. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat mengalami kenaikan 50%, dengan rata-rata 6.386 orang per hari.

Meskipun terjadi peningkatan volume penumpang, KAI mengonformasikan bahwa persediaan tiket untuk keberangkatan hingga 4 Januari 2026 masih tersedia sekitar 38.710 kursi. Pihak KAI mengimbau para pengguna jasa untuk memanfaatkan akses Pintu Barat sebagai alternatif dan selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama selama masa liburan ini.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *