Kali ini, aku menegur diriku sendiri. Bukan keras terhadap diri, namun hanya berlatih bela diri, mana hal yang layak untuk dibenahi. Dari lahir hingga kini, aku tak pernah mendapat kisi-kisi untuk menjalani masa ini. Tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, melainkan hanya menjalani hidup dan bangun di pagi hari. Memasang alarm sudah seperti kewajiban untuk menyambut mentari.
Hidup kini sudah bukan lagi tentang “masak-masakan pakai tanah?”. Hidup kini sudah terjadwal dan jarang ada waktu untuk rehat dan menikmati. Aku pikir dulu aku ingin cepat lulus sekolah, namun guruku benar, akan ada masa di mana kamu ingin mengulang masa sekolah. Sekolah memang membosankan, tapi hidup after sekolah jauh lebih membingungkan.
Aku tahu kamu sudah berusaha dengan keras mewujudkan setiap impian-impian di kepalamu. Tapi apa aku boleh bertanya, “Kalau itu hanya angan-anganmu saja, bagaimana? Apa kamu siap menerima?” Mungkin dulu kamu mau jadi dosen, dokter, polisi? Bagaimana dengan sekarang? Pertanyaan yang membuat sejuta umat manusia tersentak dan membuatnya berkecil hati untuk mencapainya.
Aku paham, tidak semua harus sekarang, namun kamu harus tetap berusaha, setidaknya di usia muda sebelum kamu berbadan dua. Ingat, hidup itu pilihan, bukan memilih dia yang menyakitimu. Dia berhak bahagia, dan kamu berhak tertawa. Malah aku rasa kamu lebih waras ketika tidak bersamanya. “Hahaha! Iya benar, aku tak bercanda”.
Aku tahu membuka lembaran baru aja susah, apalagi membuat cerita baru. Hahaha, lelucon gak masuk akal! Kenapa harus membuat cerita baru? Kita ubah aja jadi. . . ubah diri kamu jadi versi terbaik kamu! Jadi, mau mulai kapan? Besok, ya besok! Ucapku menatap wajah di depan cermin.
Mewujudkan impian memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu ada harga yang dibayar untuk satu pencapaian. Bukan hanya uang, tapi keberanian, keyakinan, dan usaha yang terus kamu lakukan. Mungkin kamu bisa memulai semua sejak detik ini, kalau bisa besok kenapa harus minggu depan? Kalau bisa sekarang kenapa harus nanti? Kalau bisa detik ini kenapa harus satu jam lagi?
Hidup terlalu cepat buat kamu terus menciptakan angan-angan di pikiranmu tanpa memulai satu persatu dari apa yang membuat impianmu tercapai. Kalau mimpinya tinggi, banyak yang harus dikorbankan, termasuk waktu untuk mau terus berusaha.
Kalau yang lain berkata, “Udah sampai mana? Udah jadi apa?” HAHHAHAHA, ketawa kering banget ya! Mau jawab apa? Bingung? Tinggal jawab aja, “Udah jadi manusia!” HAHAHAHAHA, jokes receh gak jelas. Kadang bisa jadi waras, kadang bisa jadi gila, emang masa menuju dewasa itu gini banget ya.
Tapi apapun itu, aku harap di setiap harimu selalu ada waktu untuk tertawa, walau hanya 1 detik. Karena dalam detik itu, kamu bisa melupakan sejenak semua masalah dan beban yang kamu hadapi. Dan mungkin, dalam detik itu juga, kamu bisa menemukan inspirasi untuk terus maju dan mewujudkan impianmu.
Jadi, jangan ragu untuk memulai, jangan takut untuk mencoba, dan jangan pernah menyerah. Karena setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini akan membawa kamu lebih dekat dengan impianmu. Dan ingat, hidup ini tentang proses, bukan tentang hasil. Jadi, nikmati setiap langkahnya, dan jangan lupa untuk selalu tersenyum.





