Pre-Order Buku Manuskrip Jeda: Undangan Berhenti Sejenak dan Menemukan Ketenangan

Banyumas (9/12) – Sebuah kabar menggembirakan datang dari ranah sastra tanah air. Buku kumpulan puisi berjudul Manuskrip Jeda karya Maria Utami resmi memasuki masa pre-order mulai 5 Desember 2025 hingga 25 Desember 2025. Karya ini merupakan buku puisi perdana Maria Utami yang sejak beberapa waktu terakhir mulai diperbincangkan di media sosial komunitas literasi. Peluncuran tersebut tidak hanya meresmikan kehadiran buku ini di hadapan pembaca, namun juga mengukuhkan komitmen sang penulis dalam berkarya secara konsisten di dunia puisi.

Melalui unggahan di salah satu komunitas literasi, Maria Utami menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan sejak karya-karyanya pertama kali diunggah dan dibagikan. “Pagi kakak-kakak di BIL Fest, ini dia peluncuran buku puisi perdanaku,” tulisnya sambil berharap agar informasi tersebut dapat dibagikan sehingga semakin banyak pembaca mengetahui keberadaan buku ini.

Buku Manuskrip Jeda disusun dari hasil perenungan mendalam baik terhadap diri sendiri maupun terhadap realitas yang mengitari kehidupan sehari-hari. Kumpulan puisi ini menjadi wadah refleksi atas berbagai kenangan, perasaan, dan pertanyaan yang kerap muncul dalam jeda kehidupan tetapi sering kali terlewat dalam kesibukan yang terus menuntut kecepatan.

Untuk isi, buku ini hadir dengan isi hitam-putih, disertai bonus bookmark, serta tersedia dua pilihan jilid, yaitu soft cover dan hard cover. Selain buku utama, pembaca juga dapat memperoleh merchandise, antara lain notebook spiral dan totebag ritsleting yang dapat dibeli secara terpisah.

Melalui lima bab perenungan, pembaca akan diajak menyelami berbagai lapisan makna—mulai dari tafsir atas perjalanan batin, kenangan tak terucap, hingga dialog reflektif tentang kefanaan manusia. “Tak perlu terburu-buru, ini bukan lomba lari,” ungkap Maria Utami.

Peluncuran pre-order yang dilakukan saat ini bertujuan agar pembaca dapat lebih awal mengenal buku dan konsep yang diusung. Selain itu, masa pre-order juga memberikan kesempatan bagi calon pembeli untuk menjadi bagian awal perjalanan buku tersebut.

Tidak hanya sebatas penerbitan, Maria Utami juga mengajak para pembaca untuk memberi ulasan atau kesan setelah membaca buku ini secara utuh.

Para pembaca yang ingin mendapatkan buku ini dapat mengikuti informasi resmi melalui media sosial penerbit maupun akun pribadi Maria Utami.

Dengan diterbitkannya Manuskrip Jeda, publik sastra kembali disuguhi karya baru yang tidak hanya menyuarakan perasaan, namun juga mengajak melambat dan mendengar suara diri sendiri. Hingga berita ini diturunkan, minat pembaca terus mengalir, menandai bahwa kebutuhan manusia akan jeda memang tidak pernah benar-benar hilang. Maria Utami menutup pesannya dengan satu kalimat: “Sampai bertemu di dalam Jeda.”

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *