Sumbang – Literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap orang. Kemampuan berliterasi tak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, akan tetapi kemampuan menganalisis, berpikir kritis dan mengevaluasi suatu bacaan menjadi satu kesatuan dalam literasi. Untuk itu, pembiasaan literasi perlu ditanamkan di manapun dan kapanpun.
Namun pada kenyataannya, digitalisasi saat ini sangat membawa pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan literasi setiap orang. Baik bagi orang dewasa, remaja maupun anak–anak. Seperti yang dialami oleh siswa siswi di SMP Negeri 4 Sumbang, kemampuan literasi mereka masih dikategorikan kurang. Pengetahuan mereka tentang pentingnya literasi di lingkungan sekolah juga masih sangat minim. Perlu langkah–langkah kecil untuk membawa perubahan terhadap kebiasaan siswa dalam berliterasi. Salah satu langkah dan upaya yang dilakukan di SMP Negeri 4 Sumbang adalah dengan menghidupkan kembali perpustakaan sekolah.
Perpustakaan merupakan salah satu alat vital di lingkungan sekolah. Perpustakaan sekolah bukan hanya sebagai tempat menyimpan buku, bukan pula sekadar tempat untuk meminjam dan mengembalikan buku. Akan tetapi, perpustakaan sekolah juga menjadi tempat bertumbuhnya literasi di sekolah. Berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan literasi dapat dimulai di dalam perpustakaan. Upaya inilah yang dilakukan oleh SMP Negeri 4 Sumbang dalam menanamkan budaya literasi, yaitu dengan mengadakan kegiatan read aloud dan bedah buku yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan dan siswa–siswi di SMP N 4 Sumbang.
Kegiatan read aloud dan bedah buku menjadi kegiatan awal yang dilakukan untuk meningkatkan literasi siswa di SMP Negeri 4 Sumbang. Kedua kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kelas 7, 8, dan 9. Melalui kegiatan read aloud, para perwakilan siswa diajak untuk mendengarkan cerita dengan intonasi serta penghayatan yang berbeda dari membaca biasa. Dengan kegiatan ini, melatih siswa untuk membangun pemahaman mendalam dari suatu cerita, sehingga membaca menjadi aktivitas yang lebih menyenangkan. Dari kegiatan read aloud ini menjadi awal pembuka untuk menarik minat baca siswa.
Sementara itu, kegiatan bedah buku seluruh perwakilan kelas diberikan bacaan dongeng remaja satu minggu sebelum kegiatan bedah buku dimulai. Mereka membuat rangkuman dari dongeng tersebut. Selanjutnya dari rangkuman tersebut mereka berdiskusi tentang pesan moral hingga memberikan ulasan singkat tentang dongeng tersebut. Kegiatan bedah buku ini memberikan wadah bagi seluruh perwakilan siswa untuk melatih kemampuan mereka dalam berpikir kritis, mengevaluasi, dan berani berpendapat. Dari kegiatan ini, peran perpustakaan tidak lagi sebatas untuk tempat pinjam meminjam buku tetapi peran perpustakaan bertransformasi sebagai laboratorium bahasa bagi para siswa.
Melalui kegiatan–kegiatan yang diadakan di perpustakaan, SMP negeri 4 Sumbang berupaya untuk menunjukkan bahwa dalam meningkatkan literasi di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan hal yang menyenangkan. Dengan langkah ini, SMP negeri 4 Sumbang siap untuk mencetak generasi yang kritis, analitis serta berwawasan global.
Sumbang 20 April 2026




semoga dengan mengadakan read aload ini smp kita semakin maju dan menghasilkan generasi² yang cerdas dengan memperbanyak membaca buku di perpustakaan puspacaraka